Jakarta – Di masa media umum mirip zaman ‘now’, bersantap di restoran bukan sekadar urusan perut. Kini, belum afdal rasanya jikalau makan tanpa jepret sana-sini di sudut restoran. Tak heran jikalau restoran dengan pojokan yang ‘instagramable’ menjamur di kota-kota besar.
Salah satunya Kayu-Kayu yang berlokasi di daerah Alam Sutera, Tangerang Selatan. Restoran yang usianya belum genap enam bulan ini termasuk dalam jaringan Kosenda Hotel Jakarta yang dikenal dengan desain uniknya.
 Pohon di tengah restoran. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
|
Berada di dalam restoran ini, Anda seolah sedang bersantap di tengah hutan tropis. Masuk ke dalam, perhatian pribadi tertuju pada satu pohon yang menjulang tinggi di tengah bangunan berbentuk hangar ini. Di sisi kiri dan kanan pohon tersebut, tampak dua tangga besar yang menghubungkan lantai bawah dan atas.
Kehadiran pohon ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang ingin bernarsis ria. Semakin menarik lagi alasannya yaitu pohon tersebut dikelilingi bak kecil yang seolah berkembang menjadi sebagai oase yang menyegarkan.
 (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
|
Sentuhan alam semakin dipertegas berkat dekorasi berupa tanaman-tanaman tropis yang menghiasi hampir semua sudut ruangan. Nuansa alam tersebut berpadu apik dengan desain bangunan dan interior yang berkonsep minimalis.
 Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
|
Seperti namanya, interior kayu mendominasi restoran ini, mulai dari meja, lantai, hingga lampu gantung. Namun, satu yang mencuri perhatian yaitu plafon yang bentuknya ibarat serutan-serutan kayu yang mengeriting. Pas untuk latar-belakang foto Anda berikutnya.
 Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
|
Usai mata yang dimanja, kini giliran lidah. Kayu-kayu menunjukkan pilihan sajian khas Nusantara yang dikemas dengan gaya kekinian. Enoki Jamur Goreng menjadi santapan pembuka dikala Wolipop berkunjung baru-baru ini dikala final pekan.
Pada menu, hidangan tersebut tercantum pada kolom ‘appetizer’ alias masakan pembuka yang seharusnya disantap sembari menunggu masakan utama.
 Enoki Jamur Goreng (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
|
Tapi sungguh disayangkan, Enoki Jamur Goreng gres datang di meja 15 menit kemudian berbarengan dengan
main course. Padahal perut sedang susah diajak berkompromi saking laparnya. Kala itu, kondisi restoran memang sedang ramai-ramainya.
Untung rasanya tak begitu mengecewakan. Setelah melahap habis jamur, santapan siang berlanjut dengan Bandeng Bakar Sambal Mata, Ayam Bakakak, ditemani Tumis Jantung Pisang.
 Ayam Bakakak Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
|
Ayam Bakakak ala Kayu-Kayu hadir dalam ukuran satu ekor lengkap dengan lalapan dan empat jenis sambal. Uniknya, ayam disajikan di atas wadah kayu yang bentuknya ibarat talenan.
Untuk melepaskan dahaga, minuman yang ditawarkan Kayu-Kayu juga tidak mengecewakan bervariasi, mulai dari tradisional hingga kebarat-baratan. Blue Lagoon, Coco Pinaple, dan Virgin Mojito jadi andalan kami. Sesi santapan siang itu kemudian ditutup dengan Es Podeng Spesial.
 Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
|
Semuanya dibanderol sekitar Rp 500 ribuan. Harga yang cukup erat untuk sebuah sesi makan siang bagi tiga orang.
Facebook Comments